Berita Terkini UNS

UNS –  Dalam rangka meningkatkan budaya membaca, menulis, dan mengembangkan budaya literasi informasi di kalangan pemustaka atau mahasiwa, Unit Pelaksana teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan penghargaan atau rewardbagi pemustaka teraktif dalam bentuk “Pemustaka Award” di Lobi Perpustakaan UNS pada Senin, (17/4/2017).

Pemberian Reward “Pemustaka Award” kepada Pemustaka Teraktif Perpustakaan UNS di Lobi Perpustakaan UNS pada Senin, 17 April 2017

Adapun indikator pemustaka teraktif tersebut dilihat dari frekuensi pemustaka dalam melakukan transaksi peminjaman koleksi di UPT Perpustakaan UNS dalam kurun waktu bulan Januari 2016 sampai dengan Januari 2017. Pemberian penghargaan kepada pemustaka teraktif diberikan langsung oleh pimpinan UPT Perpustakaan UNS, Muhammad Rohmadi didampingi oleh Daryono selaku Ketua Kelompok Jabatan Pustakawan dan seluruh Ketua Divisi dan Staf UPT Perpustakaan UNS.

Muhammad Rohmadi menuturkan bahwa pemberian penghargaan ini bertujuan untuk mendorong para pemustaka untuk lebih aktif membaca dan mengunjungi perpustakaan UNS. Terlebih saat ini UPT Perpustakaan UNS dilengkapi oleh beberapa fasilitas yang sudah selesai dibangun. Selain itu, terdapat peningkatan koleksi bahan pustaka baik cetak dan non-cetak seperti e-journal dan e-book yang dilanggan oleh Perpustakaan UNS.

“Saya berharap kalian dapat menjadi penghubung atau penyambung pesan untuk selalu menularkan virus-virus positif budaya literasi membaca dan menulis khususnya di kalangan civitas akademika dan masyarakat pada umumnya,” tutur Rohmadi kepada penerima Pemustaka Award.

Terkait jumlah penerima penghargaan “Pemustaka Award”, penghargaan tersebut jatuh kepada 12 orang, yaitu Desita Wahyuningtyas (Fak. Ilmu Budaya), Suprihatin (Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Galuh Sekar Pamuji (Fak. Kedokteran), Putri Apridaningsih (Fak. Seni Rupa dan Desain), Rebeca Arlinda (Fak. Ekonomi dan Bisnis), Singgih Prastawa (Pascasarjana), Muhammad Hendra (Fak. MIPA), Fatia Gupita (Fak. Hukum), Nabris Mufti An Nafis (Fak. MIPA), Wahyu Hapsari (Fak. Teknik), Ali Habibie (Fak. Pertanian) dan Kurnia Bety Aprinai (FISIP).[humas.red.uns/Isn/Dty]

Tugas Kehumasan

MEMBANGUN CITRA POSITIF DAN NEGATIF DIPERPUSTAKAAN

SMA N JUMAPOLO

 

Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat menjadikan kekuatan untuki mencerdaskan bangsa. Juga sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan, menenangkan, ngengasikan, dan menyegarkan. Oleh karena itu citra perpustakaan perlu dibangun dengan baik diera globalisasi ini. Dengan membawa citra positif yang membuat perpustakaan menjadi berkembang dan banyak pengujung yang puas akan pelayanan dan fasilitas dalam perpustakaan tersebut.  Continue reading Tugas Kehumasan

SUMBER DAYA ALAM

Sumber daya alam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.[1] Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.[1][2] Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini.[2] Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brasil, Kongo, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah.[3][4][5][6] Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi[5]. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.[7]

Indonesia, salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam hayati dan nonhayati terbesar di dunia.

Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan.Perubahan tekanan dan suhu panas selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi dan senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.

 

 

Indonesia mempunya banyak kekayaan akan tetapi kemiskinan masih melanda. Hal itu disebabkan karena????

 

Faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan

  1. Pengangguran

Semakin banyak pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di sekitar. Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan masyarakat sekitar.

 

  1. Tingkat pendidikan yang rendah

Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih,  masyarakat tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia.

Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.

 

  1. Bencana Alam

Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.

 

 

  1. Cara Mengatasi Kemiskinan
  2. Pemerintah harus menyediakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, agar dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah kehidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota keluarganya.
  3. Jangan menjadi pemalas! Selain pemerintah, masyarakat juga harus ikut andil dalam mensejahterakan kehidupan. Apabila masih belum ada lowongan pekerjaan, masyarakat bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, lebih bagus jika lapangan pekerjaan buatan sendiri itu bisa menampung orang lain untuk menjadi karyawan kita.
  4. Bantuan pendidikan dan kursus gratis dari pemerintah kepada masyarakat kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolahnya tanpa bingung soal biaya. Kursus menjahit, memasak untuk ibu-ibu atau bapak-bapak, serta menyediakan fasilitasnya, seperti mesin jahit dan peralatan memasak agar setelah selesai kursus, para bapak dan ibu tersebut bisa langsung mempraktikkan keahliannya di lingkungan dimana mereka tinggal.

 

 

 

 

Kewirausahaan salah satu tolak ukur kemajuan negara .prasyaratan ekonomi kewirauhaan menjadi baik

Syarat-Syarat Umum Perkembangan Ekonomi

Posted: November 19, 2014 in Ekonomi Pembangunan
Tag:Pendidikan

0

Faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah faktor-faktor sejarah, psikologi, sosiologis dan pengetahuan politik. Syarat-syarat yang harus diperlukan agar perkembangan dapat berjalan seperti mereka harapkan menurut Baldwin & Meier ada 6, yaitu harus ada :

  1. Kekuatan dari dalam (indegeneous forces) untuk berkembang
  2. Mobilitas faktor-faktor produksi
  3. Akumulasi capital
  4. Kriteria atau investasi yang sesuai dengan kebutuhan
  5. Penyerapan kapital dan sabilitas
  6. Nilai dari lembaga-lembaga yang ada

Berdasarkan syarat-syarat dalam pembangunan ekonomi tersebut tentunya adanya indicator guna mengukur keberhasilan/kemajuan pembangunan ekonomi suatu Negara. Manfaat utama dari indicator tersebut adalah agar dapat digunakan untuk membandingkan tingkat pembangunan antar Negara. Indicator tersebut dapat bersifat fisikal, ekonomi, sosial, dan politik. Indicator mengukur tingkat pembangunan meliputi indicator moneter, non monoter dan campuran. Arsyad (2010:33-22)

  1. KEKUATAN DARI DALAM (INDEGENEOUS FORCES) UNTUK BERKEMBANG

Maksud kekuatan dari dalam adalah kekuatan yang ada dalam masyarakat sendiri untuk berkembang. Kekuatan ini sangat penting untuk terjadinya perkembangan. Selain kekuatan dari dalam ada juga kekuatan dari luar yang dapat mendorong dan memberikan fasilitas-fasilitas untuk berkembang. Tetapi kekuatan dari luar hanya merupakan pelengkap dan tidak dapat menggantikan kekuatan-kekuatan yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. Lagipula bantuan luar negeri yang berupa investasi asing akan cenderung memanfaatkan modalnya kearah sumber-sumber alam untuk pasar dunia, dan belum tentu hal ini menguntungkan rakyat setempat. Jadi bantuan luar negeri belum tentu dapat menjamin terus berkembangnya perekonomian dan untuk menghindari hal-hal yang merugikan, prakarsa dan pengaturan lembaga-lembaga masyarakat untuk perkembangan harus tumbuh dari dalam masyarakat sendiri. Irawan dan Suparmoko (2008:260)

Semangat membangun harus datang dari dalam, tanpa itu prakarsa pembangunan akan terbuang percuma dan akan segeraa padam. Prof. Cairncross dalam buku Jhingan mengatakan hal ini: “Pembangunan tidak akan mungkin jika ia tidak berkenan di hari rakyat.” Terlalu banyak tergantung pada bantuan luar negeri akan mematikan prakarsa pembangunan dan memberikan kebebasan kepada investor asing untuk menguras sember-sumber alam demi keuntungan mereka saja. Jhingan (2010:42)

Ketidak sempuranaan pasar (market imperfection) membatasi mobilitas faktor-faktor produksi dari penggunaan yang kurang produktif menuju penggunaan yang lebih produktif. Untuk itu market imperfection harus ditiadakan, sehingga faktor produksi dapat digunakan sepenuhnya. Caranya:

  1. Mengganti bentuk organisasi sosial dan ekonomi.
  2. Memberikan kesempatam-kesempatan untuk menaikkan produktivitas pada teknik yang ada.
  3. Peningkatan teknologi.
  4. Penjuakan produk dan pasar capital diperluas.
  5. Keadaan monopoli harus dikurangi.
  6. Kredit dipermudah bagi petani dan pedagang kecil.

Jadi harus ada pengarahan pada penggunaan semua sumber-sumber produksi secara efisien. Schulz dalam bukunya “ the rule of government in promoting economic growth“, mengatakan bahwa sebenarnya perkembangan ekonomi sedang berkembang tidak cukup hanya mengatasi kesukaran yang ada. Perkembangan ekonomi perlu menempatkan usaha-usaha dan capital dalam tiga bentuk :

  1. Meningkatkan jumlah barang capital.
  2. Memperbaiki kualitas penduduk sebagai produsen.
  3. Menambah tingkat usaha produktif.

Dengan dihilangkannya ketidaksempurnaan pasar maka perekonomian menjadi semakin luas. Alokasi sumber-sumber ekonomi makin efisien serta mendorong ekspor impor makin cepat dan luas. Jadi lingkungan kemiskinan tidak berujung pangkal dapat lebih mudah ditembus. Irawan dan Suparmoko (2008:260-261)

  1. AKUMULASI KAPITAL

Akumulasi kapital adalah salah satu faktor penting untuk pertumbuhan ekonomi. akumulasi dapat berupa kenaikan volum tabungan yang diarahkan untuk tujuan-tujuan produktif. Selain membentuk lembaga-lembaga keuangan dan perluasan moneter dalam akumulasi capital juga dengan cara memperkirakan struktur pasar yang kuat agar dapat mempengaruhi mobilitas, alokasi kapital dan dapat menyalurkan tabungan ke investasi yang produktif.

Tabungan pemerintah adalah kelebihan pendapatan pemerintah dari  pajak dan sumber-sumber lainnya. Setelah pendapatan itu digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran rutin. Pendapatan pemeritah terutama di peroleh dari pemungutan berbagai jenis pajak. Sukirno (1985:356-357)

Jadi dengan kata lain bahwa yang diperlukan untuk perkembangan ekonomi adalah juga pembentukan capital riil ( tidak dalam bentuk uang ) yang berupa gedung, pabrik, jalan, pelabuhan dan yang lainnya.

Untuk mengukur banyaknya capital yang dibutuhkan bagi perkembangan ekonomi perlu memperhatikan hal sebagai berikut:

  1. Perkiraan tambahan penduduk.
  2. Target kenaikan pendapatan riil per kapital.
  3. Angka rasio pertambahan antara investasi dan output ( ICOR ).

Intinya jika ingin menaikan pendapatan per kapita maka juga harus menaikan akumulasi kapital. Maka dari itu investasi harus di tingkatkan. Berikut ini merupakan cara-cara untuk menaikan tingkat investasi:

  1. Tingkat tabungan ditingkatkan dengan membatasi konsumsi,
  2. pemerintah menjual obligasi negara,
  3. pembatasan impor barang-barang konsumsi,
  4. dengan inflasi,
  5. memindahkan pengangguran tersembunyi dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa,
  6. dengan mengadakan pinjaman dari luar negeri untuk menambah kapital di dalam negeri,
  7. memperluas sektor perdagangan ke luar negeri. Irawan dan Suparmoko (2008:261-264)
  1. KRITERIA DAN ARAH INVESTASI

Menentukan pola investasi sama pentingnya dengan menentukan laju pertumbuhan modal. Negara terbelakang tidak saja harus menentukan besarnya tingkat investasi tetapi juga komposisi investasi itu. Beberapa kriteria investasi menurut Jhingan adalah:

  1. Produktivitas marginal sosial

Menurut kriteria ini investasi harus dilakukan pada bidang dan arah yang mempunyai produktivitas marginal sosial tertinggi.

  1. Overhead ekonomi dan sosial

Pertimbangan pokok dalam memilih industri pada saat pengambilan keputusan investasi adalah prospek ekonomi eksternal. Dari sisi permintaan, investasi harus menciptakan overhead sosial dan ekonomi yang luas dalam bentuk rumah sakit, sekolah jalan raya, gedung, dll. Kategori investasi seperti itu dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar atau menurunkan ongkos sehingga dengan demikian dorongan pendirian berbagai industri baru.

  1. Pertumbuhan berimbang

Oleh karena berbagai sektor perekonomian saling tergantung satu sama lain, maka tidaklah cukup untuk memusatkan diri pada pengembangan industri tertentu saja. Investasi harus didasarkan pada asas “ pertumbuhan berimbang”. Berbagai sektor perekonomian harus tumbuh dengan cara serasi sehingga tidak ada sektor yang tertinggal atau tumbuh terlalu cepat. Oleh karena berbagai sektor perekonomian saling tergantung dan berkaitan satu sama lain maka investasi perlu diarahkan ke satu medan yang luas sehingga sektor ini bergerak dalam keserasian.

  1. Pilihan teknologi

Pilihan teknik produksi mempengaruhi jumlah dan pola investasi di negara ternelakang. Apakah pilihannya jatuh pada teknik produksi yang bersifat padat-modal atau padat-karya tergantung pada tujuan sosial dan tujuan ekonomi negara itu.

  1. Rasio modal output

Didalam menjatuhkan pilihan terhadap berbagai proyek investasi dan di dalam menentukan prioritas, rasio modal-output dari berbagai proyek harus diperbandingkan. Investasi harus dibatasi pada proyek-proyek yang memperkecil rasio modal-output. Jhingan (2010:50-53)

Kriteria umum investasi adalah mengenai produktivitas untuk perkembangan lebih lanjut. Produktivitas dalam hal ini diartikan dengan produktivitas sosial marjinal (social marginal produktivity) yang tertinggi. Untuk kriteria tersebut diperhatikan 3 hal yaitu:

  1. Investasi harus ditempatkan sedemikian rupa, sehingga memaksimumkan perbandingan output dan kapital (COR terendah).
  2. Proyek-proyek yang dipilih harus memberikan perbandingan yang memaksimalkan penggunaan tenaga kerja terhadap investasi.
  3. Investasi hendaknya mengurangi kesulitan (defisit) neraca pembayaran internasional, sehingga akan memaksimumkan perbandingan antara ekspor dan investasi. Irawan dan Suparmoko (2008:264)

Beberapa faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam kriteria dan arah investasi :

  1. Pendapatan per Kapita

Tipe investasi produktif, misalnya terdapat proyek-proyek di sektor pertanian, dimana dibutuhkan tenaga kerja yang banyak. Investasi ini akan menaikkan pendapatan di sektor tersebut, tetapi jika kenaikan jumlah penduduk dan pendapatan sama tingginya maka pendapatan per kapita akan kembali ke tingkat semula.

  1. Pendapatan Nasional

Harus diperhatikan pembagian atas distribusi pendapatannya. Jadi belum tentu kenaikan pendapatan nasional menguntungkan masyarakat seluruhnya karena mungkin kenaikan pendapatan nasional tersebut hanya diterima oleh golongan tertentu saja.

  1. Faktor Waktu

Faktor waktu juga menentukan, misalnya dalam waktu 5 tahun yang akan datang investasi yang paling menguntungkan adalah produksi gula, tetapi dalam waktu 15 tahun kemudian belum tentu investasi pada industri gula menguntungkan lagi.

  1. Kepentingan Masyarakat

Ada perbedaan pendapat mengenai perlunya memaksimumkan tingkat konsumsi sekarang atau tingkat konsumsi yang akan datang. Harus dipertimbangkan mengenai kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.

  1. Unsur Pasar

Investasi juga harus ditekankan pada pasar dan tidak hanya ditekankan pada produksi saja. Bila tidak ada pasar atau unsur pasar untuk menjual maka investor akan mengalami kegagalan.

  1. Titik Pertumbuhan

Investasi sebaiknya diarahkan pada growing point atau titik pertumbuhan. Biasanya growing point mempunyai makna tidak banyak menumbuhkan kapital dan mempunyai pasar yang luas karena ada keuntungan eksternal, seperti sudah dipunyai hubungan dengan industri-industri yang ada. Rostow menyarankan bahwa sektor-sektor yang sedang berkembang dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu :

  • Sektor primer yang menyebabkan proses pertumbuhan.
  • Sektor-sektor pelengkap
  • Sektor-sektor pertumbuhan sebagai akibat lanjutan, yaitu perkembangan yang didorong oleh pertambahan jumlah penduduk dan pendapatan.
  1. Pertumbuhan Seimbang (balance growth)

Baldwin & Meier menyatakan bahwa investasi pada titik pertumbuhan harus ditambah dengan 2 pertimbangan, yaitu :

  1. Kriteria Neraca Pembayaran dan Kriteria Produktivitas.

Biasanya terjadi pada negara berkembang dan investasi harus mengarah kepada perbaikan Neraca Pembayaran dan peningkatan produktivitas.

  1. Pertumbuhan Seimbang.

Arah investasi seharusnya ke rah ke semua sektor, karena sektor-sektor tersebut saling bergantungan dan saling melengkapi.

  1. Teknik Produksi

Jika telah diketahui adanya pasar yang cukup luas maka teknik produksi yang akan dipakai dapat bersifat padat modal atau padat karya. Ada dua pendapat, yang pertama mengatakan bahwa yang baik adalah teknik produksi lebih banyak menggunakan modal daripada tenaga kerja. Pendapat kedua, mengatakan lebih baik digunakanteknik produksi yang menyerap lebih banyak tenaga kerja. Dari 2 pendapat tersebut diperoleh dua tipe investasi yang mana bila dijalankan dan menaikkan produksi nasional dalam jumlah yang sama, maka :

  1. Dari sudut distribusi pendapatan maka proyek yang memakai metode padat karya lebih baik karena dapat menaikkan meskipun sedikit tingkat pendapatan sebagian besar orang-orang yang berpenghasilan rendah.
  2. Dari sudut pendapatan per kapita, proyek padat karya di sektor pertanian kalah baik dibanding dengan proye perpabrikan yang padat modal, sebab proyek-proyek di sektor pertanian akan mendorong kenaikan jumlah penduduk yang berakibat pada tidak berubahnya pendapatan per kapita, sehingga tetap sama seperti semula atau bahkan menurun. Sedangkan proyek padat modal akan lebih berhasil meningkatkan pendapatan perkapita.

Akhirnya untuk memperkuat Neraca Pembayaran Internasional suatu negara itu mengarahkan investasinya kepada produksi untuk ekspor. Irawan dan Suparmoko (2008:265-269)

  1. Penyerapan Kapital dan Stabilitas

Batas kemampuan penyerapan kapital (capital absorptial capacity). Kapasitas ini ditentukan oleh dua hal yaitu satu pihak ditentukan oleh adanya atau tersedianya faktor-faktor produksi komplementer yang bekerja sama dengan kapital,dan di lain pihak oleh syarat-syarat yang diperlukan untuk menghindari inflasi dan untuk mempertahankan keseimbangan Neraca Pembayaran Internasional.

  1. Keterbatasan kapasitas untuk untuk menyerap kapital di negara sedang berkembang disebabkan oleh:Kurangnya teknologi
  2. Kurangnya tenaga ahli
  3. Kurangnya mobilitas faktor produksi
  4. Dan banyak negara-negara berkembang sangat kekurangan tenaga terampil

Dengan terbatasnya jumlah tenaga kerja ahli dan terampil, menyebabkan banyaknya rintangan-rintangan dalam produksi, yang mengakibatkan turunnya produktivitas modal marjinal (marjinal produktivity of capital). Menurut kelompok kami untuk meningkatkan produktivitas dapat dengan menaikan tersedianya faktor-faktor produk lainyang berkerja sama didalamnya dan mencoba mengatasi rintangan-rintangan dalam berproduksi maka dengan sendirinya kapasitas dalam menyerap kapital semakin besar.

Penyerapan kapital juga dipengaruhi oleh masa perkembangan perekonomian didaerah tersebut, contoh: akan terjadi inflasi dan defisit dalam neraca pembayaran internasional apabila dalam penyerapan kapital membutuhkan waktu yang lama. Variasinya sebagai berikut :

  1. Apabila akumulasi kapital melebihi kemampuan untuk menyerap kapital, maka setiap pertambahan investasi akan menimbulkan inslasi. Kejadian ini karena fasilitas-fasilitas yang tersedia belum banyak dan faktor produksi yang belum digunakan dengan baik. Oleh sebab itu harus ada faktor produksi komplementer yang cukup untuk memanfaatkan faktor produksi baru. Namun demikian inflasi inflasi tetaplah pembentukan modal yang salah arah dan pembiayaan investasi dengan inflasi sangat berbahaya karena :
  2. Tabungan sukarela tak banyak diterima
  3. Pinjaman jangka panjang kurang tersedia
  4. Karena tidak stabilnya harga proyek yang produktif adalah proyek yang sifatnya jangka pendek (investasi salah arah)
  5. Efisiensi produksi berkurang
  6. Menyebabkan adanya alokasi yang salah arah terhadap faktor produksi
  7. Apabila akumulasi lebih kecil daripada kemampuan negara untuk menyerap kapital, maka akan timbul kesulitan terutama di bidang neraca pembayaran karena negara-negara tersebut sangat membutuhkan devisa untuk impor barang yang diperlukan. Jadi untuk perkembangan ekonomi harus ada kemampuan dari dalam masyarakat untuk dapat menyerap tambahnya kapital dan perlu adanya stabilitas ekonomi. Irawan dan Suparmoko (2008:270-273)
  1. Nilai dan Lembaga-Lembaga Yang Ada

Nilai dan lembaga bersifat non ekonomi memiliki peranan yang tidak kalah penting kebutuhan-kebutuhan baru, motif-motif baru, metode produksi baru, demikian pula harus ada perubahan lembaga yang ada dalam masyarakat. Dan harus disadari bahwa manusia dapat menguasai alam dan dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan manusia tetapi dalam penggunaannya kita juga harus memperhatikan kelestarian dan kebudayaan manusia itu sendiri.

Dan dalam proses mengubah cara hidup lama haruslah berhati-hati sebab setiap ada perubahan harus selekasnya dikompensasi dengan hasil yang lebih baik, agar tidak menimbulkan banyak perbantahan. Kita harus mengetahui mula-mula kebiasaan lama manakah yang harus diubah, lalu bagaimana cara mengubahnya. Hal ini harus dengan hati-hati dalam pelaksanaannya karena dampak yang ditimbulkan akan berpengaruh besar dalam perkembangan, perlu kita ingat bahwa kemakmuran ekonomi hanya sebagian saja dari kemakmuran sosial.

Konsekuensinya, cara-cara hidup lama harus ditinggalkan dan diganti dengan yang baru dan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk membuka kemungkinan penemuan hal-hal baru sehingga dapat meningkatkan produktivitas, dan mulai bermunculannya inovator dan wiraswasta.

Wiraswasta yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi harus memiliki sifat sebagai berikut :

  1. Memiliki kesempatan untuk mengenal kesempatan-kesempatan dalam pasar
  2. Memiliki kemampuan mengambil tindakan-tindakan alternatif
  3. Memiliki kemampuan untuk mengkombinasi elemen-elemen secara rasional dalam keputusan-keputusannya

Jadi wiraswasta harus dapat berdiri sendiri atau percaya diri sendiri dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada dan bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakannya. Dan pada akhirnya wiraswasta sangat diharapkan perkembangannya pada negara berkembang. Tentu dengan usaha yang kompleks yaitu tidak hanya dari bidang ekonomi saja melainkan juga organisasi-organisasi sosial lainnya, agar keadaan sosial menjadi memungkinkan untuk diadakannya perkembangan. Irawan dan Suparmoko (2008:273-275)

Sehinggan perkembangan ekonomi dapat dilihat dari sejauh mana perubahan-perubahan itu dapat diterima oleh penduduk dan berapa kecepatannya.

 

Asal-usul/Sejarah Wayang Potehi

February 4, 2011 Kita Selamanya Leave a comment Go to comments

Masih dalam suasana Tahun Baru Imlek nih.
Saya ucapkan Gong Xi Fa Cai
Semoga kesehatan dan kemakmuran melimpahi kita semua.
Saya lagi ngerayain Tahun Baru Imlek bersama Jet Li niihh… ;-p

Langsung saja, ini tulisan lama sebenarnya, tapi baru sempat saya postingkan. Kali ini mengenai asal-usil wayang potehi. Apa dan bagaimana wayang potehi, selamat menyimak. Continue reading

KALIMAT EFEKTIF BAHASA INDONESIA

Kalimat Efektif

  1. Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat efektif  adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Continue reading KALIMAT EFEKTIF BAHASA INDONESIA

 

Nama : Theresia Berliana Nurgaheni

No : D1816099

Jurusan : Perpustakaan/A 2016

Bickerton’s Pickles

16 Palace Crescent

Bromley

Friday, 5th September 2000

 

Dear Sally

I thought your workshop was particularly good by the way.

It was great to see you again at the conferernce last week and catch up a bit. Continue reading

perbedaan profesi dan pekerjaan

Pekerjaan setiap kegiatan yang menghasilkan ataupun tidak menghasilkan imbalan (Sulistyo Basuki, 2004:422)

Profesi pekerjaan yang merupakan pengetahuan yang diakui yang diperoleh dari lembaga pendidikan dan pengajaran digunakan dalam penerapannya pada masalah orang lain atau berdasarkan praktek  yang didasarkan atas pengetahuan tersebut serta harus memiliki kode etik (oxford english dictionary dalam Sulistyo Basuki, 2004:424)

 

kerjasama perpustakaan

Kerjasama ialah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang atau pihak untuk mencapai tujuan bersama (Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa)

kerjasama perpustakaan secara khusus dapat diartikan kegiatan pemanfaatan bersama sumber daya yang dimiliki perpustakaan.

sedangkan kerjasama perpustakaan secara umum dapat diartikan suatu kegiatan beberapa perpustakan secara bersamaan dalam melaksanakan suatu usaha untuk mencapai tujuan yang sama dan saling membantu dalam menyelesaikan tugasnya. Misalnya dalam menyediakan layanan di suatu perpustakaan, tidak semua permintaan yang dibutuhkan pemakai perpustakan tidak tersedia di perpustakaan .  Atas permintaan  pemakai itu, maka dibutuhkan suatu kerjasama dari perpustakaan lain agar saling melengkapi

implementasi perpus

zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. cara yang dapat kita capai. DIANTARANYA MELALUI PERPUSTAKAAN Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan.

perpus adalah suatu institusi unit kerja yang menyimpan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan mengelolanya dengan cara khusus sebagai sumber informasi dan dapat digunakan oleh pemakainya.